Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Menangkal Hoax di Tahun Politik

Gambar
Google.com        Menjelang agenda politik Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 dan Pemilihan Umum 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya menangani konten negatif internet. Melindungi masyarakat umum dan mencegah disintegrasi bangsa.      Memasuki tahun 2018 hingga 2019 mendatang, intensitas komunikasi publik melalui internet, terutama media sosial, diperkirakan akan meningkat. Mengapa, karena dalam dua tahun ke depan Indonesia akan memasuki Tahun Politik, dengan digelarnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di berbagai kabupaten/kota dan provinsi, serta pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan Pemilu Presiden pada 2019.       Di tahun politik ini tentulah konten komunikasi publik di media sosial akan diwarnai dengan perbincangan politik yang bisa saja memanas. Dan yang lebih dikhawatirkan, para netizen atau masyarakat pengguna internet akan mengumbar konten-konten negatif...

Menikmati Menu Peranakan di Gopek Kokas

Gambar
Anda penyuka kuliner peranakan Indonesia? Gopek menghadirkan nuansa yang hip dan casual untuk dinikmati segala kalangan.                                Jika suatu hari anda berjalan-jalan ke Mal Kota Kasablanka, alias Kokas, Jakarta, cobalah mampir ke Restoran Gopek, di Food Society UG Floor. Ini restoran baru yang mungkin belum begitu familiar di telinga anda. Tapi soal cita rasa menunya dan penataan tempatnya, jangan diragukan. Gopek adalah salah satu restoran Sarirasa Group yang khusus menyajikan menu Kuliner Peranakan Indonesia dalam nuansa hip dan casual. Jadi, silakan nikmati kelezatan masakannya, kesegaran minumannya, dalam suasana yang cool dan cozy. Public Relation Gopek, Inez mengungkapkan bahwa Gopek dibuka resmi di Mal Kota Kasablanka pada 11 Januari 2018 lalu, dan ini merupakan restoran kedua setelah yang pertama dibuka di Grand Indonesia Skybridge 5th Floor unit F02 – 05, Jakarta, ...

Bagaimana menulis E dan EU dalam Bahasa Sunda?

Gambar
                                                Foto : Bintang.com Bahasa Sunda atau Basa Sunda itu unik. Selain kosa katanya sangat banyak, tatabahasanya juga sangat berbeda dengan tatabahasa Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah lain di Indonesia. Orang Sunda sendiri banyak yang keliru bagaimana menulis kata yang benar. Yang paling kerap ditemui adalah kekeliruan dalam penulisan kata yang menggunakan vokal E dan EU. Seperti kita ketahui, dalam Bahasa Indonesia ada E  Pepet dan E Taling. Contoh kata yang mengandung E Pepet: Sering Contoh kata yang mengandung E Taling: Gepeng. Nah, dalam Bahasa Sunda, selain mengenal E Pepet dan E Taling ada juga EU. Inilah uniknya Bahasa Sunda. Pengucapan kata yang mengandung huruf EU dalam Bahasa Sunda sama sekali berbeda dengan pengucapan kata dalam Bahasa Indonesia. Contoh : Peuyeum, Eunteung, Leubeut. Jad...