Bagaimana menulis E dan EU dalam Bahasa Sunda?


                                                Foto : Bintang.com

Bahasa Sunda atau Basa Sunda itu unik. Selain kosa katanya sangat banyak, tatabahasanya juga sangat berbeda dengan tatabahasa Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah lain di Indonesia.

Orang Sunda sendiri banyak yang keliru bagaimana menulis kata yang benar. Yang paling kerap ditemui adalah kekeliruan dalam penulisan kata yang menggunakan vokal E dan EU.

Seperti kita ketahui, dalam Bahasa Indonesia ada E  Pepet dan E Taling.
Contoh kata yang mengandung E Pepet: Sering
Contoh kata yang mengandung E Taling: Gepeng.
Nah, dalam Bahasa Sunda, selain mengenal E Pepet dan E Taling ada juga EU.

Inilah uniknya Bahasa Sunda. Pengucapan kata yang mengandung huruf EU dalam Bahasa Sunda sama sekali berbeda dengan pengucapan kata dalam Bahasa Indonesia.
Contoh : Peuyeum, Eunteung, Leubeut.

Jadi, supaya tidak keliru dalam penulisannya, ikuti saja patokan pengucapan dalam bahasa Indonesia. Setiap kata yang pengucapannya sama dengan pengucapan Bahasa Indonesia, penulisannya dalam Bahasa Sunda tetap menggunakan E. Tapi jika pengucapannya berbeda maka gunakan EU.

Contoh kata yang pengucapannya sama:
Bahasa Indonesia : Sering
Bahasa Sunda : Sering (jangan ditulis Seuring karena cara pengucapannya sama).
Tapi ini contoh yang pengucapannya berbeda:
Bahasa Indonesia: Dekat, atau sering juga diucapkan Deket.
Bahasa Sunda : Deukeut (jangan ditulis deket, karena cara pengucapannya berbeda).

Selamat belajar Bahasa Sunda.

ENDANG SUKENDAR
esukendar@yahoo.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pipitputih Sahabat Maya

Menangkal Hoax di Tahun Politik