Revitalisasi Rawa Pening dan UNWTO Award 2017
Foto : Istimewa (Irwan Hidayat/google.com)
Pemerintah
berupaya menggalang seluruh potensi untuk membangun pariwisata
Indonesia dalam menghadapi persaingan dengan negara-negara tetangga.
Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar)
menghargai setiap usaha membangun pariwisata yang dilakukan dunia
usaha.
Satu
di antara perusahaan swasta yang gencar melakukan promosi wisata
Indonesia adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul,
Tbk.,Semarang. Perusahaan ini kerap membuat iklan-iklan produknya
yang bertemakan pariwisata, dengan mengangkat berbagai obyek wisata
di tanah air. Yang terbaru adalah membuat iklan salah satu produknya,
Kuku Bima Ener-G!, dengan latar obyek wisata danau Rawa Pening,
Semarang. Misinya adalah mengajak semua pihak untuk peduli Rawa
Pening, obyek wisata yang terkesan terabaikan.
Berkat
kepeduliaan Sido Muncul pada obyek wisata Rawa Pening, Kemenpar
kemudian memilih Sido Muncul untuk diikutkan pada ajang penghargaan
sektor pariwisata paling bergengsi level dunia, yakni United Nations
World Tourism Organization (UNWTO) Awards 2017. Saat ini tim Kemenpar
tengah melakukan persiapan dengan mengunjungi Sido Muncul di
Semarang.
Menurut
Humas Sido Muncul, dengan mengutip pernyataan Thamrin B Bachri, staf
ahli Kemenpar, Sido Muncul dinominasikan dalam ajang UNWTO Awards
2017 untuk kategori Innovation in Enterprises atau inovasi perusahaan
dalam mempromosikan pariwisata. Penunjukan Sido Muncul ini diharapkan
akan merangsang perusahaan-perusahaan lain lebih peduli pada promosi
pariwisata Indonesia. Dan, tentunya Sido Muncul diharapkan berhasil
meraih UNWTO Awards 2017.
Direktur
Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan bahwa iklan terbarunya yang
bertema Danau Rawa Pening dibuat dengan harapan bisa menarik
perhatian semua pihak untuk merevitalisasi danau seluas 2.600 hektare
yang terletak sekitar 20 km di selatan Kota Semarang itu. ”Kondisi
Rawa Pening saat ini rusak akibat eceng gondok dan akibat
sedimentasi, karena itu perlu ditangani segera,” kata Irwan.
Irwan mengajak semua
pihak, termasuk masyarakat untuk mengatasi gulma air ini dengan
mengolahnya menjadi barang bermanfaat mulai dari kerajinan tangan,
bahan bakar, hingga pakan ikan. Irwan mengatakan Sido Muncul sendiri
masih membutuhkan bahan bakar untuk proses pembuatan jamunya, dan dia
siap membeli briket eceng gondok jika ada yang memproduksinya.
Poinnya
adalah, Rawa Pening harus direvitalisasi. ”Rawa Pening adalah obyek
wisata yang strategis, memiliki captive market sekitar 12 juta – 15
juta penduduk di daerah-daerah sekelilingnya, serta sekitar 1,5 juta
wisatawan domestik dan mancanegara yang biasa berkunjung ke kota-kota
di sekitarnya,” kata Irwan. Selain itu, Rawa Pening juga merupakan
sumber air penting serta habitat biota air endemik yang perlu
dilestarikan. Irwan Hidayat yakin, jika Rawa Pening dikelola dengan
baik, danau ini bisa menjadi obyek wisata favorit berkelas dunia, dan
tentunya akan menghidupkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Endang Sukendar
esukendar@gmail.com

Komentar
Posting Komentar