Mencetak Karakter Leadership yang Prima
PENDIDIKAN
Para peserta pelatihan kepemimpinan JRP (Foto: JRP)
John Robert Powers menyelenggarakan pendidikan kepemimpinan untuk berbagai usia. Dimulai dari pengenalan diri hingga kemampuan memgambil keputusan yang cepat dan tepat.
KEPEMIMPINAN
atau leadership adalah karakter pribadi yang sangat menentukan
keberhasilan setiap individu dalam pekerjaanpekerjaannya. Selama ini
ada miskonsepi bahwa seolah kepemimpinan itu berkaitan dengan jabatan
pemimpin. Padahal yang benar adalah: leadership merupakan watak atau
pembawaan seseorang yang membuat perannya berfungsi baik sesuai
dengan tugasnya. Jadi siapa pun dia, apa pun jabatannya, di lembaga,
organisasi, atau perusahaan apa pun, seseorang bekerja,
keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kualitas leadership-nya.
Demikian
paparan yang dikemukakan oleh Andrew Ardianto, President Director
John Robert Powers Indonesia. “Berbicara kepemimpinan berarti
berbicara fungsi. Artinya setiap orang harus punya kepemimpinan dan
itu sifatnya skill. Ada orang yang sudah berbakat (talented) di
bidang kepemimpinan, tapi ada juga yang harus didorong untuk memiliki
kepemimpinan yang baik,” kata Andrew dalam perbincangan dengan saya.
John
Robert Powers (JRP) merupakan lembaga internasional yang bergerak dalam
pengembangan kepribadian, yang telah diakui di berbagai belahan
dunia. Peserta didiknya terdiri dari berbagai kelompok usia dan
profesi, mulai dari anak-anak, remaja, hingga usia dewasa dan para
eksekutif.
Andrew
mengungkapkan bahwa di JRP, pengembangan leadership yang dilakukan
adalah bagaimana sebuah kepemimpinan itu berfungsi bagi seseorang
sesuai dengan deskripsi tugasnya. Menurut Andrew, kepemimpinan itu
terdiri dari 3 level. Pertama, Managing The Self atau bagaimana
memimpin dirinya sendiri.”Sebelum mempimpin orang lain, tiap orang
harus mampu memimpin diri sendiri, artinya memiliki kontrol diri yang
baik dalam segala aspek.” Andrew menjelaskan.
Kedua,
Managing People, perilaku yang under control pada dirinya akan
membawa pengaruh dan keteladanan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Setelah mampu memimpin diri sendiri, ia harus mampu memimpin
komunitas/organisasi yang dipimpinnya.” demikian tutur Andrew.
Sedangkan
level ketiga adalah Managing Result. Efektifitas serta
profesionalisme yang sudah dilakukan tersebut pasti membuahkan hasil
bagi perusahaan/organisasi. Inilah ukuran keberhasilan sebuah
kepemimpinan apabila organisasinya berkembang.
Membangun
Karakter Pribadi
Menurut
Andrew Ardianto, dasar kepemimpinan setiap orang adalah karakter
pribadinya. “Dalam memimpin, setiap orang punya gaya sendiri. Tapi
ketika masuk sebuah lingkungan (environment) dia harus bisa
menyesuaikan dengan lingkungannya. Mereka harus tahu bagaimana
beradaptasi dengan lingkungannya. Dia harus menyeimbangkan keinginan
pribadi dengan keinginan lingkungannya,” papar Andrew.
Pengembangan
karakter pribadi di JRP fokus pada pengembangan kepribadian dan cara
berkomunikasi. “Tiap orang harus punya pemahaman pada culture
pribadinya, apa kelebihan dan kekurangannya sehingga tahu bagaimana
memaksimalkan diri. Seseorang tak akan menjadi pemimpun yang baik
sebelum dia tahu dirinya sendiri,” jelas Andrew.
Menurut
Andrew, seorang pemimpin akan dilihat dari 3 area utama karakternya.
Pertama, Time Management atau pengelolaan waktu. Kemampuan mengelola
waktu akan terlihat dari bagaimana seorang leader itu bisa mengatur
dirinya sesuai dengan tanggung jawabnya. Banyak orang yang merasa
keteteran karena mereka tidak tahu menempatkan dirinya apada kondisi
yang tepat.
Kedua
adalah Finance Management, atau pengelolaan keuangan. Seorang yang
punya leadership harus bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan
dirinya. Setelah tahu bagaimana mengelola keuangan pribadi, maka ia
pun dapat dipercaya mengelola keuangan organisasi.
Ketiga,
People Management atau pengelolaan manusia. Seorang leader harus
memiliki keterampilan inter personal, untuk bisa mengelola orang
lain. Karena itu, menurut Andrew, ia bukan hanya harus pintar
berbicara tapi juga harus pintar mendengarkan.
JRP
menyelenggarakan pendidikan kepribadian untuk berbagai usia, termasuk
anak-anak dan remaja. Pendidikan diawali di level satu, yang khusus
mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan pengenalan diri. Setelah
melalui tahapan-tahapan berikutnya, pendidikan ditutup di level lima
yang bersifat pendidikan untuk Advanced Leadership. Di sini bukan
hanya bicara skill kepemimpinan tapi juga mindset. Mereka dididik
bagaimana mampu mengambil keputusan secara cepat dan siap
memperhitungkan konsekuensi keputusan tersebut, baik secara
keuntungan maupun resikonya.
Dengan
lima level pendidikan itu JRP siap mencetak pribadi-pribadi
berkarakter leadership yang prima yang sangat dibutuhkan Indonesia
menuju persaingan antar bangsa yang semakin ketat. ***
Endang Sukendar
--

Komentar
Posting Komentar