Kuliah di UTokyo dengan Beasiswa Ajinomoto

         Lulu Maknun dalam sebuah acara wisata di Jepang (Dok. Lulu Maknun)


Tiap tahun Ajinomoto mengirimkan mahasiswa Indonesia untuk kuliah S2 di University of Tokyo.

Ajinomoto Foundation tahun 2018 ini kembali memberikan beasiswa program pascasarjana kepada mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di University of Tokyo (UTokyo). Tawaran menarik dari perusahaan Jepang yang memproduksi bumbu masak, minyak masak, dan produk makanan, ini berupa beasiswa master untuk berbagai bidang ilmu.

Ajinomoto Foundation tiap tahun memberikan beasiswa ini kepada 1 orang mahasiswa dalam skema AJINOMOTO Post-Graduate Scholarship 2018 The University of Tokyo. Program yang dilaksanakan sejak tahun 2010 ini merupakan Program Beasiswa Penuh, dengan rincian: tunjangan per bulan sejumlah 150.000 yen, plus tanggungan penuh biaya perkuliahan (tuition fees), admisi, dan full examination serta tiket pesawat ke Jepang.

Syaratnya, calon mahasiswa harus tertarik melanjutkan studi master pada bidang Sains dan Teknologi, Pertanian dan Teknologi Pangan, dengan indeks prestasi komulatif (IPK) minimal 3,50. Usia maksimal 35 tahun, dan tertarik untuk mempelajari kebudayaan dan bahasa Jepang. Calon penerima beasiswa juga harus memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat serta punya motivasi yang tinggi untuk belajar.

Salah seorang penerima program beasiswa Ajinomoto adalah Lulu Maknun, 25 tahun, asal Bogor, Jawa Barat. Lulu adalah Sarjana Teknologi Pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor, yang menerima program beasiswa Ajinomoto tahun 2016 lalu.

Saat ini Lulu mengambil master (S2) di Graduate School of Agricultural and Life Sciences, Department of Applied Biological Chemistry, Laboratory of Food Biotechnology and Structural Biology UTokyo, di bawah bimbingan Associate Professor Koji Nagata. Lulu mulai kuliah sejak April 2017, dan karena itu baru akan lulus pada April 2019 dengan gelar Master of Science (M.Sc). 

"Saya sangat bersyukur terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Ajinomoto dengan seleksi yang ketat," kata Lulu. Menurut Lulu, selama seleksi, Ajinomoto Indonesia sangat profesional menyediakan akomodasi bagi semua peserta seleksi yang berasal dari seluruh Indonesia. "Beasiswa ini tidak mengikat kami untuk bekerja di mana. Ini adalah program CSR Ajinomoto yang sangat mulia, bahkan pilihan kampusnya pun tepat dengan memilih UTokyo sebagai kampus terbaik di Jepang," ujar Lulu.

Ajinomoto memang punya hubungan khusus dengan UTokyo. Salah satu pendiri Ajinomoto, Dr. Kikunae Ikeda adalah lulusan UTokyo yang dahulu bernama Tokyo Imperial University. "Kuliah di UTokyo sangat menarik. Kami dibebaskan menghubungi professor yang sesuai dengan minat dan jurusan kami. Kami disambut dengan acara welcome party yang sangat hangat, dan diajak mengikuti acara factory visit setiap tahunnya," papar Lulu. "Kami juga selalu diingatkan untuk tidak lupa berwisata menikmati keindahan alam dan budaya Jepang, tidak melulu hanya disibukkan dengan kegiatan kampus," Lulu menambahkan.

Lulu Maknun akhirnya mengenal banyak hal tentang Jepang. Menurut dia, Jepang memang memiliki pesona yang luar biasa. Alamnya, budayanya, teknologinya, semuanya sangat menarik untuk dikenali dan dipelajari. Karena itulah Lulu pun menyukai jalan-jalan dan mulai mempelajari fotografi untuk mendokumentasikan tempat-tempat dan obyek-obyek menarik di Jepang, jika waktu liburan tiba.

Jepang juga kaya dengan event-event menarik seperti festival musim semi yang begitu cantik dengan pink-nya sakura (Japanese cherry blossom), musim gugur yang berwarna-warni kuning-orange-merah-coklat dari momiji (Japanese maple), atau ada juga festival kebudayaan tertentu.

"Saya berterimakasih kepada Pihak Ajinomoto Foundation di Jepang dan juga Ajinomoto Indonesia khususnya bagian CSR, yang telah membantu dan terus membimbing saya," kata Lulu. Program bimbingan yang diberikan, menurut Lulu, antara lain bimbingan penyampaian progress report penelitian setiap tahunnya. Menurut Lulu, program beasiswa dari Ajinomoto Foundation ini telah menjadi salah satu fase terpenting dalam hidupnya. Dan ia berharap program beasiswa ini terus dilanjutkan untuk mendukung cita-cita para anak bangsa melanjutkan studi di Negeri Sakura demi menimba ilmu untuk kemajuan Indonesia.
 
Endang Sukendar
---




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana menulis E dan EU dalam Bahasa Sunda?

Pipitputih Sahabat Maya

Menangkal Hoax di Tahun Politik